Selamat Datang!

Sabtu, 13 Februari 2010

Karangan ilmiah

PENGERTIAN TENTANG ISTILAH-ISTILAH DAN KEGUNAANNYA DALAM KARANGAN ILMIAH



3.1 PENDAHULUAN
Kita terlebih dahulu harus mendalami pengertian dan kegunaan sejumlah istilah yang sering dipakai dalam penelitian dan penulisan agar dapat meneliti dan menulis sesuai prosedur.
3.2 BEBERAPA ISTILAH PENTING
3.2.1 Fakta
Fakta adalah laporang tentang sesuatu yang dipikirkan atau dilihat, didengar, dicium, diraskan, dan diraba. Fakta dalam psikologi umumnya bersifat subjektif, tidak dikenal dalam ilmu pengetahuan eksak. Dalam psikologi fakta yang sedang kita pikirkan, yang sedang kita sedihkan atau telah kita mimpikan.Fakta seperti ini disebut bersifat non-ilmiah atau dapat disebut fakta pribadi. Fakta Pribadi adalah fakta yang tidak dapat diperiksa benar tidaknya. Ilmu yang memperlajari tentang fakta-fakta pribadi ini termasuk ke dalam golongan pengetahuan lunak ( soft science ) sedangkan ilmu yang mempelajari tentang fakta-fakta umum mengenai sesuatu di luar jiwa kita termasuk ke dalam golongan ilmu pengetahuan keras ( hard science ). Sesuatu yang kita cari datanya, dapat diraba, dilihat, dicium, dirasakan, dibau sehingga dapat diperiksa benar tidaknya. Fakta ini terbagi menjadi dua yaitu fakta pribadidan fakta umum. Berlainan dengan fakta pribadi fakta umum adalah fakta yang dapat dibuktikan benar tidaknya oleh orang lain, seperti ukuran, panjang, lebar, kekuatan, warna, dan sebagainya.
3.2.2 Konkret
Dalam ilmu pengetahuan istilah konkret menunjuk sesuatu yang ada eksistensinya di dunia fisik ini yaitu sesuatu yang berada di luar jiwa kita ata batin kita dapat dibuktikan melalui perabaan, atau penglihatan dan mungkin juga pembauan.Jadi konkret menunjuk benda fisik atau objek, baik spesifik bersifat khusus ( khas ) maupun yang bersifat golongan ( banyak benda ). Contoh objek yang bersifat khusus : Universitas Gadjah Mada, Bengawan Solo, dan Pegunungan Himalaya, yang bersifat golongan : rumah, gunung, gedung , sungai, dan universitas.
3.2.3 Abstrak
Dalam ilmu pengetahuan istilah abstrak dan abtraksi itu menunjukkan sesuatu yang tidak nyata adanya di dunia fisik ini. Contoh keadilan, keindahan, kebenaran. Pernyataan : ”Asap gunung Merapi hilang di dalam Atmosfer.” itu benar, tetapi kebenaran itu terutama hanyalah sebagai kualitas pernyataan, jadi kebenarannya konkret. Pernyataan tersebut disebut abtraksi. Asap gunung Merapi ” itu sesuatu yang konkret, dan ” hilangnya asap dalam atmosfer ” itu sesuatu yang abstrak yang hanya ada dalam pikiran dan sebagai sesuatu yang abstrasi tergantung kepada kepekaan dan kekhususan alat pengamatannya dapat diamati. Kemampuan orang membuat abstraksi dan berpikir abstrak tidak dapat diukur.
3.2.4 Pernyataan
Pernyataan adalah permakluman sesuatu hal yang disertai keterangan dan penjelasan secukupnya, sehingga memperhatikan kebenaran fakta yang mendasari pernyataan tersebut, merupakan catatan tabiat dan corak benda-benda konkret yang khas, sehingga pernyataan itu bersifat khas. Tulisan ilmiah tidak memberi informasi tentang benda yang khas atau khusus. Pernyataan umum itu bisa terbatas bisa tidak, namun menyangkut benda-benda yang sifatnya tetap khas. Pernyataan : ” Semua dokter di lingkungan Rukun Warga saya bermobil ” Benda yang khas dalam pernyataan itu ialah dokter dan mobil. Pernyataan : ” Di dunia ini tidak ada benda yang langgeng ”, ” benda ” di sini tidak khas dan menyangkut semua golongan benda konkret. Pernyataan dalam karangan ilmiah umumnya berlaku untuk masa yang lalu dan hari ini. Tetapi untuk masa yang akan datang kita tidak mengetahuinya.
3.2.5 Hukum
Hukum adalah ketentuan, kaidah, atau patokan yang berkenaan dengan peristiwa-peristiwa alam. Walaupun semua hukum itu pernah diuji satu per satu, namun ada kemungkinan, seluruh atau sebagian hukum yang berlaku sekarang ini ternyata salah di kemudian hari.

3.2.6 Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan umu yang belum diuji kebenarannya atau suatu pernyataan generalisasi sementara ( tentatif ) atau suatu teori penyamarataan coba-coba, yang dibuat setelah observasi terhadap beberapa fakta khas. Agar menghasilkan teori diperlukan kerja pembuktian. Pernyataan yang berupa generalisasi tentatif disebut hipotesis kerja. Contoh klasik hipotesis kerja ialah : sifat-sifat unsur, pertama kali dikemukakan oleh Democritus, kemudian dimodifikasi oleh Dalton, Avogadro, Thomson, Rutherford, Bohr dan seterusnya. Sejarah hipotesis kerja tentang sifat-sifat unsur tersebut adalah bukti yang menarik suatu contoh hipotesis yang dalam penelitian kemudian dibuang atau diubah selama berlangsungnya penelitian.
3.2.7 Teori
Teori adalah hipotesis yang kaya akan bukti-bukti pendukungnya, yang telah diuji secara mendalam dan diterima secara umum , sehingga menjadi teori yang bulat dan utuh, kalau tidak teori tersebut disebut hanya sebatas teori. Contoh teori evolusi Darwin tentang hubungan filologis antara manusia dan kera yang terkenal belum dikatakan utuh karena tidak ada bukti yang mendukungnya.
3.2.8 Dugaan
Dugaan adalah pernyataan yang berdasarkan pada beberapa fakta atau pengalaman, sehingga sebagai khayalan dan angan-angan. Tidak berdasarkan observasi sistematis dan tidak didukung fakta, sehingga tingkat ilmiahnya tergantung siapa yang menduga.
3.2.9 Opini ( Opinion )
Opini adalah pendapat atau pernyataan umum khas yang berbeda tingkat kebenarannya dan tingkat ilmiahnya satu dari yang lain, sebagian besar adalah dugaan berdasarkan pengalaman dan dipengaruhi oleh emosi, prasngka, dan selera pribadi.Contoh : ”Direktur yang sekarang ini tidak jujur.”
3.2.10 Pertimbangan ( Judgement )
Pertimbangan adalah pendapat ( pernyataan umum ) khas yang dibuat melalui pertimbangan yang berbeda pula tingkat ilmiahnya, karena masih dipengaruhi oleh emosi, prasangka, atau perasaan perorangan. Baik opini dan pertimbangan bukan fakta umum dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya atau tidak didukung bukti ilmiah.
3.2.11 Inference
Kesimpulan dan inference dibuat berdasar segala apa yang sudah diobservasi. Kesimpulan atau konklusi adalah ikhtisar yang ditarik dari hasil observasi fakta-fakta dan yang berupa generalisasi umum. Inference dibuat berdasar pada hasil observasi satu atau beberapa fakta khas sehingga tidak dapat untuk membuat generalisasi umum.
3.2.12 Implikasi
Implikasi adalah pendapat berdasar pengertian atau suatu konklusi ( kesimpulan ) yang ditarik bukan dari fakta, melainkan dari bukti yang tidak langsung diucapkan dengan kata-kata tapi berupa tarikan perhatian untuk menimbulkan pengertian.
3.2.13 Induksi
Induksi adalah proses terbitnya pernyataan-pernyataan umum dan observasi-observasi khas. Contoh : Orang pertama mati, orang kedua mati, orang ketiga mati dan seterusnya. Dari observasi timbullah pernyataan umum : ” Semua orang mati ”.
3.2.14 Deduksi
Deduksi adalah proses pengetrapan pernyataan umum yang telah diketahui atau diduga benar, atau proses pengetrapan induksi. Hasil dan proses deduksi itu juga disebut deduksi. Contoh : Aristoteles itu orang. Diketahui semua orang ini mati. ( induksi ) contoh tersebut menunjukkan bahwa ” Semua orang mati ” ini sebagai pendapat dasar, dan Aristoteles mati sebagai proses kesimpulan.

3.3 DEFINISI
3.3.1 Arti Definisi
Definisi adalah arti suatu kata. Definisi ini diperlukan agar pembaca mengerti dengan jelas, sudut pandangan penulis terhadap problem dan barang apa yang akan dibicarakan.

3.3.2 Metode membuat definisi
Membuat definis untuk suatu maksud dapat dipakai metode-metode berikut ini :
a. Eksplikasi
Dengan menguraikan arti suatu istilah.
b. Analisis
Dengan membagi-bagikan objeknya, jadi semua bagian-bagiannya, kemudian tiap bagian diuraikan.
c. Deskripsi
Dengan menguraikan sifat-sifat fisik benda tersebut atau menguraikan menjadi sejumlah detail dari mana definisi itu dibentuk.
d. Ilustrasi
Dengan melukiskan proses, mekanisme, organisasi dan prosedur dengan bagan dan lukisan.
e. Perbandingan
Dengan membandingkan pengertian benda yang satu dengan yang lain untuk mendapatkan perbedaan ( kontras ) atau kesamaan sesuatu dengan yang biasa dipikirkan.
f. Analogi
Analogi adalah kiasan antara dua hal yaitu perbandingan mengenai kualitasnya, akibatnya, dan efeknya.
g. Eliminasi
Dengan mengatakan apa yang tidak atau membetulkan konsepsi yang salah dengan jalan mengeliminasi paham yang salah akan memperoleh pernyataan yang benar.
h. Deskripsi asal, sebab, dan efek
Dengan mendeskripsikan sebab-sebabnya dan efeknya. Definisi ini biasanya terbentuk setelah bagaimana sesuatu barang atau hal ini terbentuk. Contoh : Listrik adalah daya atau kekuatan, antara lain dinimbulkan karena adanya pergesekan atau dapat terjadi melalui proses kimia.


I Etimologi
Dengan menerangkan arti asli asal kata, awalan dan kata akhirannya. Biasanya ini dipakai pada kata-kata yang berasal dari bahasa Latin dan Grik.

3.4 PETUNJUK PEMBUATAN DEFINISI
3.4.1 Umum
Dalam membuat kerangka mantik definisi tidak memakai asal kata atau kata itu sendiri, gunakanlah istilah-istilah yang lebih dikenal daripada kata yang dicari definisinya, tidak menggunakan sinonim, hindari pemakaian kata yang abstrak atau kata yang kabur, dan tidak terlalu banyak membicarakan tentang istilah yang sedang dicari definisinya.
3.4.2 Deduktif
Prosedur disebut deduktif apabila memulai dengan pernyataan umum, kemudian selanjutnya dibuat pernyataan khusus. Contoh : ’ jembatan ’ adalah sebuah struktur yang dibangun melintas di atas sungai, rel kereta api, jalan raya, dan sebagainya untuk jalan lintas kendaraan atau pejalan kaki.
3.4.3 Induktif
Mulai dari ilustrasi, perbandingan, analogi, atau beberapa metode lainnya dalam metode pengluasan, dan definisi mantik akhir sebagai pernyataan umum dapat diperoleh kemudian. Contoh : ’ Komputer ’ adalah mesin elektronik yang dengan menggunakan instruksi-instruksi dan informasi-informasi tersimpan dapat menyajikan penghitungan dan perhitungan, penyususnan, korelasi, dan seleksi data secara cepat dan sangat kompleks.

3.5 KLASIFIKASI
3.5.1 Pengetian tentang Klasifikasi
Klasifikasi adalah proses penyusunan rangkaian obyek menjadi golongan-golongan untuk memperjelas kesamaan dan perbedaannya.
3.5.2 Macam-macam Klasifikasi
a. Klasifikasi tak terbatas, termasuk semua anggota suatu klas. Contoh otomotif semua otomotif yang tidak tentu tahun pembuatannya.
b. Klasifikasi terbatas, hanya yang termasuk suatu bagian dari suatu klas. Contoh otomotif buatan Jepang tahun 1975.
c. Klasifikasi formal, adalah cara penggolongan yang sistematis. Contoh : rumah berlantai 2, berlantai 3, dan seterusnya ini lebih formal daripada rumah yang menyenangkan, rumah yang menarik, rumah yang kaku.

3.6 ANALISIS DAN LAPORAN ANALISIS
3.6.1 Pengertian tentang Analisis
Analisi adalah proses pemecahan tujuan menjadi unsur-unsur terpisah berdiri sendiri. Berdasarkan pada bahan ( material atau materi ) yang dianalisis, maka pengertian analisis perlu dibedakan menjadi 2 macam yaitu analisis fisis dan analisis mantik. Analisis fisis atau analisis kemis terdiri dari pemecahan material atau bahan ke dalam unsur-unsurnya. Analisis mantik terdiri dari pemecahan idea atau konsep ke dalam unsur-unsur mantik. Dalam analisis mantik bahan yang dianalisis adalah produk ingatan atau angan-angan.
Berdasarkan sifat objek bahan yang dianalisis, maka sifat analisis ada 2 macam yaitu formal ( ilmiah ) dan nonformal ( nonilmiah ). Analisis formal bila teliti, tepat dan lengkap, dicatat hal-hal yang eksak. Analisis nonformal yaitu analisis tentang tabiat atau watak orang tidak dapat diperlakukan secara eksak, sehingga analisis tentang tabiat dan watak orang termasuk analisis nonformal.
3.6.2 Syarat-syarat bagi seorang penganalisis formal.
a. Memiliki pengetahuan bidang yang ditekuni
b. Penuh kejujuran
c. Bebas Prasangka
d. Penilaian yang baik
e. Kesabaran
3.6.3 Organisasi Laporan analisis
Dalam organisasi analisis kita membuat kerangka klasifikasi dan memuat bagian-bagiannya, dan apa yang termasuk dalam bagian-bagian itu. Yang dimaksud dengan laporan analisis ialah berupa susunan kerangka analisis dengan menyajikan bagian-bagiannya, unsur0unsurnya, faktor-faktornya, secara sistematis, tetapi bukan deskripsi bagian-bagian ini. Laporan analisis itu bentuknya seperti sinopsis tetapi bukan sinopsis.
3.7 DIAGNOSIS
Diagnosis adalah proses kombinasi antara klasifikasi dan analisis. Proses diagnosis dalam ilmu kedokteran mungkin tepat dipakai kombinasi antara klasifikasi dan analisis ini. Menentukan sesuatu atau apa yang terjadi dengan pasien dengan belajar dari gejala-gejala yang ada, selanjutnya berdasarkan gejala tersebut ia membuat diagnosis ( tentatif ). Dengan metode mengklasifikasikan gejala-gejala dokter tidak bisa menentukan secara pasti ( meyakinkan ) penyakit pasiennya. Ia memerlukan analisis tentang kondisi pasiennya agar dapat menentukan penyakit sesungguhnya atau untuk mengungkapkan gejala-gejala yang timbul.

3.8 Deskripsi
3.8.1 Bagian-bagian Deskripsi
Tiga bagian deskripsi : Introduksi, deskripsi bagian demi bagian dan kesimpulan. Prinsip yang dipegang dalam deskripsi ialah ’ Pembaca ingin mengetahui tentang apa ’. Mendeskripsi sesuatu itu ialah menceritakan tentang sesuatu sampai bagian-bagiannya dengan maksud semata-mata memberi informasi, atau impresi sesuai yang diinginkan oleh pembaca.
a. Introduksi, memuat penjelasan tentang apakah itu, apakah maksudnya atau gunanya, dan sebagaimana bentuknya.
b. Deskripsi bagian demi bagian, masing-masing bagian disertai introduksi. Deskripsi bagian dari suatu bagian, sehingga dalam angan-angan pembaca terdapat suatu rantai gambaran bagian, subbagian, dan sub-subbagian.
c. Kesimpulan, memuat suatu organisasi deskripsi sehingga fungsi bagian-bagian dalam suatu unit, atau genus benda, atau penelitian.
3.8.2 Macam-macam Deskripsi
a. Deskripsi mekanisme
Tergantung pada maksud deskripsi, yaitu uraian sifat fisik menjadi detail, maka deskripsi itu dapat dibagi menjadi 2 : Impresionisme dan ilmiah.Deskripsi ilmiah tidak memperhatikan impresi yang terbentuk karena emosi. Deskripsi ilmiah ada 2 macam : umum dan spesifik. Deskripsi ilmiah umum membatasi diri pada corak, ciri, tabiat suatu genus, dan bukan anggota genus itu. Deskripsi spesifik berlaku hanya untuk satu jenis ( spesies ) atau bahkan mungkin untuk satu individu jenis itu saja.
b. Deskripsi proses
Deskripsi proses dapat dibagi menjadi 2 ialah :
1. Deskripsi impresionistis, dengan maksud utama untuk memberi informasi dan menjelaskan bagaimana impresi penulis terhadap sesuatu benda yang dideskripsi.
2. Deskripsi ilmiah, dengan maksud semata-mata untuk memberi informasi.
Deskripsi ilmiah terbagi 2 macam : deskripsi ilmiah umum yang memberikan informasi tentang corak, ciri dan tabiat benda suatu genus, dan deskripsi ilmiah spesifik hanya untuk suatu spesies bahkan mungkin hanya satu benda.
Deskripsi proses itu berupa ringkasan uraian proses dengan maksud utma memberi definisi untuk melengkapkan pengertian. Deskripsi ini juga berupa ’ cerita ’ tentang proses berbagai langkah yang dikerjakan yang membentuk bagian-bagian garis besar secara mantik. Deskripsi proses yang impresionistis itu non-ilmiah, sebab kata-katanya menunjuk kepada impresi subyektif dan tidak menunjuk kepada fakta tersebut.
c. Deskripsi organisasi dan kerangka penelitian
Deskripsinya memerlukan pemecahan ke dalam unsur-unsurnya dan selanjutnya uraian secara sistematis.
1. Deskripsi organisasi penelitian
Deskripsi ’organisasi’ penelitian memerlukan pula penguraian bagian-bagiannya dan tanggung jawab masing-masing, kaitannya satu dengan lainnya dan sistem operasinya. Dalam deskripsi ini harus dimaparkan secara jelas, tujuan organisasi, sifat pekerjaan dan lokasinya, jumlah dan kewajiban pengawas, peneliti, dan sistem kerjanya secara kronologis. Deskripsi juga dilampirkan ilustrasi bagian organisasi yang menggambarkan susunan tingkat dari atas ke bawah, dan peta urutan langkah kerja sistem operasinya.
2. Deskripsi kerangka penelitian
Kerangka penelitian yang dideskripsi secara benar dan jelas akan membantu lancarnya penelitian. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan mendalam tentang sistem operasi bagian-bagian dan penilaian terhadap kualitas dan kuantitas kerjanya.
d. Tujuan deskripsi
Baik yang umum maupun yang spesifik deskripsi ilmiah itu semata-mata untuk memberi informasi. Tujuan deskripsi ilmiah ialah kejelasan. Persyaratan karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Susunan dan panjang kalimat bervariasi
2. Menggunakan kalimat bernada lembut
3. Hal-hal penting ditaruh di bagian depan kalimat, disusul hal-hal yang kurang penting.
4. Hal-hal pkok disusun dalam kalimat paralel dan susunannya sesuai dengan kaidah-kaidah susunan kalimat paralel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar