Selamat Datang!

Minggu, 14 Februari 2010

Minat Baca

MENUMBUHKAN MINAT BACA
DIKALANGAN SISWA


I. PENDAHULUAN

Buku bacaan dan sumber mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mengembangkan kebiasaan dan keterampilan membaca. Kedua unsur tersebut dapat menambah perbendaharaan kata, memperkaya informasi, dan dapat meningkatkan motivasi serta mengembangkan wawasan. Sejalan dengan pemiiran tersebut maka sebaiknya kegemaran dan kebiasaan membaca sejak usia dini diterapkan, paling tidak sejak siswa masuk sekolah dasar.

Mengembangkan minat baca bagi masyarakat, khususnya siswa sekolah menyangkut berbagai faktor. Salah satu faktor yang harus disiapkan adalah seperangkat buku sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan minat baca. Dalam hal ini guru dan orang tua siswa mempunyai peranan yang sangat penting untuk memotivasi dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan minat dan kegemaran membaca.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan perubahan proses berbagai aspek kehidupan sosial menuntut terciptanya siswa yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui membaca. Oleh karena itu, siswa yang gemar membaca adalah siswa yang gemar belajar. Melalui membaca, siswa memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang semakin mencerdaskan kehidupannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan zaman.

Sesuai dengan salah satu tujuan utama program wajib belajar 9 tahun, yaitu menumbuhkembangkan kemampuan membaca dan melek huruf peserta didik, pemerintah menyediakan cukup banyak buku pelajaran yang dibagikan secara cuma-cuma ke sekolah-sekolah. Buku-buku tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para siswa.

Meningkatkan minat dan kegemaran membaca merupakan salah satu tolak ukur meningkatnya mutu pendidikan. Oleh karena itu, para Kepala Sekolah, Guru, Pengawas dan Pustakawan bersama-sama dengan orang tua dan masyarakat diharapkan secara sunguh-sungguh ikut mendukung suksesnya pengembangan minat dan kegemaran membaca siswa. Kesadaran akan pentingnya membentuk kebiasaan membaca dan menciptakan siswa gemar membaca yang pada gilirannya akan berperan penting dalam menunjang upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan secara khusus meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu diperlukan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan agar minat baca siswa dapat ditumbuhkembangkan secara mantap.

II. MENUMBUHKAN MINAT BACA DIKALANGAN SISWA
A. Pengembangan Minat dan Kegemaran Membaca
Telah diuraikan pada pendahuluan bahwa untuk menumbuhkan minat baca dikalangan siswa perlu adanya faktor pendukung yang saling terkait dari berbagai pihak yaitu kepala sekolah, guru, pustakawan, pengawas, orang tua, siswa itu sendiri dan sarana dan prasarana pendidikan.

1. Karakteristik Sekolah
Karakteristik sekolah adalah merupakan salah satu faktor pendukung yang dapat menumbuhkan minat baca dikalangan siswa yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Kepala Sekolah
1). Pendidikan minimal S1 (SLTP), minimal D2 (SD)
2). Memiliki pengalaman mengajar
3). Sering mengikuti penataran-penataran dan pelatihan
4). Terhimpun dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Sekolah (KKS), dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah di suatu sanggar untuk SD.
b. Guru
1). Pendidikan minimal D2 untuk SD atau MI dan minimal D3 untuk SLTP atau MTs dan sesuai dengan bidang mata pelajaran yang diajarkan.
2). Sering mengikuti penataran-penataran dan pelatihan tentang metodologi dan materi.
c. Pustakawan
1). Telah mendapat pendidikan atau pelatihan khusus perpustakaan.
2). Mempunyai pendidikan pustakawan.
3). Mempunyai kemampuan yang baik dalam mengelola perpustakaan sekolah (baik teknis maupun manajerial).
d. Pengawas
1). Pendidikan minimal S1
2). Telah mengikuti penataran dan pelatihan sesuai dengan bidang binaannya.
3). Telah matang menghadapi segala benturan dalam pembinaanya (emosi yang stabil).
e. Siswa
1). Siswa yang masuk sekolah SD rata-rata telah mengalami pendidikan TK.
2). Siswa pada umumnya telah dapat membaca kalimat sederhana.
3). Memiliki kemampuan belajar mandiri.
4). Siswa yang masuk SLTP telah mempunyai kemampuan dasar yang cukup.
5). Memiliki kesadaran dan kesenangan membaca.
f. Orang tua
1). Orang tua rata-rata berpendidikan sekolah menengah keatas.
2). Memahami pentingnya pendidikan.
3). Status ekonomi menengah keatas.
4). Memiliki perpustakaan keluarga (bahan bacaan untuk anak).
g. Sarana atau Prasarana Pendidikan.
1). Gedung sekolah lengkap dengan ruang kelas, ruang perpustakaan, tempat ibadah, aula serbaguna, dan prasarana lainnya.
2). Sering diadakan lomba yang berkaitan dengan membaca.
3). Lingkungan sekolah menunjang proses pendidikan. Koleksi buku perpustakaan sangar beragam.
4). Tersedia sarana majalah atau koran dinding.

2. Kegiatan Yang Dapat Dilaksanakan Menumbuhkan Minat Baca Dikalangan Siswa

a. Kegiatan Kepala Sekolah
1. Menyusun program pengembangan minat dan kegemaran membaca di sekolah, minimal satu kali dalam setahun (awal tahun ajaran).
2. Menetapkan jam wajib membaca bagi siswa selama  15 menit setiap hari belajar di sekolah dibawah pengawasan guru. Dilaksanakan sebelum jam pelajaran pertama berlangsung.
3. Merencanakan dan melaksanakan berbagai lomba berkaitan dengan peningkatan minat dan kegemaran membaca. Dalam program tahunan atau semester.
4. Merencanakan dan melaksanakan wajib kunjung perpustakaan sekolah seminggu sekali.
5. Menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS).
6. Menyediakan hadiah/penghargaan untuk berbagai kegiatan termasuk lomba yang berkaitan dengan peningkatan minat dan kegemaran membaca melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS).
7. Mengusahakan dana untuk pengadaan koleksi perpustakaan melalui komite sekolah atau sponsor lain.
8. Memantau pelaksanaan program pengembangan minat dan kegemaran membaca di sekolah secara periodik disesuaikan dengan kegiatan.
9. Memantau pelaksanaan jam wajib membaca setiap hari.
10. Memantau pelaksanaan berbagai kegiatan termasuk lomba secara periodik disesuaikan dengan kegiatan.
11. Memantau pelaksanaan wajib kunjung perpustakaan secara periodik disesuaikan dengan kegiatan.
b. Kegiatan Guru
1. Mengadakan kegiatan yang menarik minat siswa untuk membaca. Contoh : menunjukkan dan membacakan sebagian cerita dari suatu buku, koran, atau majalah.
2. Melaksanakan kunjungan ke perpustakaan sekolah bersama siswa minimal satu kali dalam seminggu.
3. Guru membantu siswa membuat pojok atau sudut bacaan sederhana minimal satu kali dalam satu tahun ajaran.
4. Menugaskan siswa untuk membaca 15 menit dengan pengawasan guru di kelas setiap hari.
5. Menugaskan siswa untuk membaca dan meringkas minimal 1 buku di kelas setiap akhir bulan.
6. Mengadakan lomba membaca karya sastra (puisi, drama, dan sebagainya secara periodik setiap tahun.
7. Menugaskan siswa membuat kliping dari majalah dan surat kabar secara periodik setiap tahun.
8. Mengadakan lomba meringkas bacaan secara periodik setiap tahun.
9. Menugaskan siswa membaca pengumuman di Balai Desa dan Puskesmas dan hasilnya dilaporkan kepada guru secara periodik setiap tahun.
10. Membentuk kelompok membaca siswa / klub buku awal tahun ajaran baru.
11. Menugaskan siswa untuk membaca buku pelajaran yang ditentukan diluar jam pelajaran setiap minggu.
12. Menugaskan siswa untuk menjawab soal-soal yang bersumber dari buku perpustakaan setiap selesai kunjungan ke perpustakaan.
13. Menugaskan seorang siswa untuk membaca di depan kelas secara bergantian setiap bidang studi.
14. Menugaskan siswa untuk mencari informasi tambahan di perpustakaan untuk memperkaya pengetahuan setiap pokok bahasan.

c. Kegiatan Pustakawan/Guru Pustakawan
1. Membeli / mengadakan buku dan bahan pustaka lain yang sesuai dengan kebutuhan siswa, guru, dan kepala sekolah setahun sekali.
2. Mengusahakan sumbangan buku dari siswa dan instansi pemerintah atau swasta diakhir tahun ajaran.
3. Tukar menukar buku atau bahan pustaka lain apabila memungkinkan.
4. Mengusahakan peminjaman buku antar perpustakaan apabila memungkinkan.
5. Mengadakan pengenalan perpustakaan bagi para siswa setiap awal tahun ajaran baru.
6. Menyelenggarakan pameran buku secara reguler di sekolah setiap peringatan hari besar, misalnya : Hardiknas.
7. Memperpanjang jam buka perpustakaan menjelang ujian sekolah.
8. Mengadakan bimbingan membaca disaat kunjungan perpustakaan.
9. Membuat daftar buku baru dengan anotasi secara berkala setiap ada pengadaan buku baru.
d. Kegiatan Pengawas
1. Memantau pelaksanaan program minat dan kegemaran membaca secara periodik.
2. Memantau kebijakan kepala sekolah/pustakawan dalam mengelola perpustakaan (jadwal kunjung, tata tertib, dan data pengunjung) secara periodik.
3. Memantau guru dan pustakawan dalam melaksanakan program peningkatan minat dan kegemaran membaca secara periodik.
4. Membuat evaluasi pelaksanaan program peningkatan minat dan kegemaran membaca siswa di sekolah dan melaporkannya ke atasan setiap caturwulan.
e. Kegiatan Siswa
1. Membentuk kelompok baca siswa/klub buku untuk siswa SD dengan bimbingan guru, untuk SLTP dapat diprakarsai siswa.
2. Membuat kliping dari media cetak tentang Iman dan Taqwa (Imtaq) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sesuai tugas dari guru kelas atau guru bidang studi.
3. Tukar menukar buku antarsiswa sesuai keperluan siswa.
4. Membantu pelayanan perpustakaan sekolah setiap kunjungan keperpustakaan sekolah.
f. Kegiatan Komite Sekolah
1. Menganggarkan dana komite untuk melengkapi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan peningkatan minat dan kegemaran membaca setiap awal tahun ajaran.
2. Menganjurkan orang tua siswa agar membiasakan siswa di rumah gemar membaca (termasuk mengatur jadwal menonton TV) setiap hari.
3. Menghimpun majalah / buku dari orang tua untuk melengkapi koleksi perpustakaan sekolah diakhir tahun ajaran dengan arahan buku dan majalah yang diperlukan.
B. Perlunya Bimbingan Orang tua Untuk Menumbuhkan Minat Membaca Siswa

Orang tua adalah guru pertama di rumah. Segala potensi yang dimiliki anak, pengembangannya tergantung pada bagaimana orang tua mengarahkannya terutama dalam hal belajar membaca. Orang tua yang sering meluangkan waktu bersama anak-anaknya lebih bisa menyesuaikan dengan hobi anak dan kemudian memberi respons positif yang sesuai. Anak yang tertarik pada buku perlu dibantu dan dibimbing agar ia mau bereksplorasi untuk memperluas wawasannya pada hal yang diminati. Bagi orang tua perlu menciptakan suasana rumah yang penuh dengan stimulasi agar anak selalu ingin belajar membaca.

Ada beberapa hal yang memerlukan bimbingan orang tua secara intensif terhadap anak dalam menghadapi kesulitan membaca. Kesulitan membaca adalah ketidakmampuan mengenal simbol-simbol huruf, serta ketidakmampuan memahami bahwa rangkaian simbol tersebut dapat digunakan untuk menyatakan suatu maksud. Hal-hal yang menyebabkan kesulitan membaca, antara lain :
1. Anak tidak mengenal huruf.
2. Anak tidak dapat menyambungkan suku kata.
3. Penglihatan anak kurang baik.
4. Pendengaran anak kurang baik.
5. Penggunaan metode membaca yang kurang sesuai bagi anak.
6. Adanya kelainan bicara pada anak.
7. Anak belum memiliki kematangan visual motorik.
Untuk mengatasi hal-hal dalam kesulitan membaca tersebut maka peran orang tua sekaligus guru terdekat pada anak berperan membesarkan hati anak dan membantu anak berpikir jernih serta memberi penanganan yang tepat dalam kesulitan membaca. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua, antara lain :
1. Kalau anak merasa tidak senang membaca, orang tua dapat membantunya mengatur waktu, antara bermain dan belajar.
2. Sebaiknya kalimat-kalimat negatif yang dilontarkan orang tua dihindarkan, seperti kata-kata ”bodoh ”, ” dasar pemalas ”, dan lain-lain.
3. Tugas yang diberikan kepada anak tidak semata-mata hanya untuk dikerjakan, tetapi untuk membantu dan membimbing anak menyelesaikan masalahnya sendiri. Orang tua dapat menunjukkan kepada anak bahwa membaca itu tidaklah sulit.
4. Kalau anak sulit memahami bacaan, orang tua dapat membacakan untuknya, sementara anak berkonsentrasi mendengarkannya, sehingga anak dapat menyenangi bacaan.
5. Bila anak kesulitan dalam mendengarkan bacaan dan sulit berkonsentrasi, orang tua dapat membantu menuliskan beberapa kalimat, dan anak disuruh untuk menirukan bacaan tersebut.
6. Ketika berbicara pada anak, hindari kalimat yang agak kasar, meskipun hanya bercanda. Karena candaan bisa ditanggapi anak secara serius.
7. Untuk anak yang mangalami gangguan dalam hal kesulitan membaca, orang tua dapat memprogramkan secara remedial, dengan mencari dahulu faktor-faktor kesulitan yang dimiliki anak melalui observasi. Lama program terapi ini tergantung pada bentuk kesulitan, keadaan, kemampuan, kemauan, dan bantuan orang tua. Bila kesulitan termasuk berat, perlu diusahakan bantuan tutor.

III. Kesimpulan
Dari yang telah diuraikan pada hal tersebut maka untuk dapat menumbuhkan minat baca dikalangan siswa dapatlah disimpulkan :
1. Buku bacaan dan sumber mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mengembangkan kebiasaan dan keterampilan membaca. Kedua unsur tersebut dapat menambah perbendaharaan kata, memperkaya informasi, dan dapat meningkatkan motivasi serta mengembangkan wawasan.
2. Menumbuhkan minat baca dikalangan siswa itu sangat penting. Tentunya untuk menumbuhkan minat baca dikalangan siswa perlu adanya faktor pendukung yang saling terkait dari berbagai pihak yaitu kepala sekolah, guru, pustakawan, pengawas, orang tua, siswa itu sendiri dan sarana dan prasarana pendidikan.
3. Kegiatan yang dapat dilaksanakan menumbuhkan minat baca dikalangan siswa jelas tidak lepas dari peran dan kegiatan Kepala Sekolah, guru, kegiatan pustakawan/guru pustakawan, pengawas, komite sekolah, dan siswa itu sendiri.
4. Perlunya bimbingan orang tua untuk menumbuhkan minat membaca siswa sangatlah penting karena orang tua adalah guru pertama di rumah.
5. Untuk anak yang mangalami gangguan dalam hal kesulitan membaca, orang tua dapat memprogramkan secara remedial, dengan mencari dahulu faktor-faktor kesulitan yang dimiliki anak melalui observasi. Lama program terapi ini tergantung pada bentuk kesulitan, keadaan, kemampuan, kemauan, dan bantuan orang tua. Bila kesulitan termasuk berat, perlu diusahakan bantuan tutor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar